Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur Tahun 2014

Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur Tahun 2014

Selasa, 16 Agustus 2011

Analisa Konteks dan Tujuan Pengembangan


C. HASIL ANALISIS KONTEKS

SMP Negeri 2 Tenggarang terletak di pinggir kota tepatnya di Kelurahan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, dengan luas tanah ± 789,25 m2.

Kekuatan sekolah berada pada input siswa, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, manajemen sekolah dan partisipasi orang tua / masyarakat. Siswa baru berasal dari berbagai sekolah dasar yang tersebar di sekitar 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Kota, Tenggarang , Wonosari dan Prajekan. Jumlah pendaftar yang selalu melebihi PAGU (192 diterima dari 232 pendaftar) bagi sekolah yang berdiri tahun 2003 menjadi modal tersendiri untuk dikembangkan dan dicetak menjadi lulusan yang berkompetensi serta berkualitas. Jumlah peserta didik 583 orang, rombongan belajar 18 kelas dengan rata-rata tiap kelas terdiri dari 32 siswa, terbagi dalam kelas VII 6 rombel, kelas VIII 6 rombel, kelas IX 6 rombel, dan seluruhnya masuk pagi.
Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan berjumlah 49 orang mayoritas berusia muda (rata-rata berusia 25 – 40 tahun), kualifikasi S2 (7 %), S1 (93%), dan D3 ( 2 % ), . Dari 33 tenaga pendidik, 2 orang menjadi tutor tingkat propinsi untuk mata pelajaran PAI dan Matematika, 2 yang lainnya tutor tingkat kabupaten, serta seluruh pendidik ( 100 %) telah mengikuti berbagai diklat dan pelatihan KTSP untuk mata pelajaran masing-masing. Beberapa guru mata pelajaran tertentu secara aktif tengah mengikuti kegiatan BERMUTU (Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading) di MGMP tingkat kabupaten. Hal ini menjadi modal tersendiri bagi sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan utamanya mutu pembelajaran di kelas. Dengan ruang belajar yang cukup terdiri dari ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang kurikulum, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, laboratorium IPA, laboratorium Komputer, WC siswa, WC guru, ruang kopsis, ruang UKS, ruang BK, mushola, lapangan upacara, lapangan Olah raga, alat musik tradisonal dan moderen.
Manajemen sekolah berorientasi pada MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Kepala sekolah sebagai leader mampu menggerakkan segenap warga sekolah untuk berperan aktif dan nyata guna kepentingan pendidikan. Pembagian tugas yang jelas, program kerja terarah, optimalisasi peran dan fungsi masing – masing bagian yang selalu disupervisi dan dievaluasi membantu sekolah dalam meningkatkan kinerja dan prestasi sekolah.
Partisipasi positif masyarakat (orang tua siswa) yang diwadahi komite sekolah akan memberikan sumbangan bagi terciptanya mutu pendidikan yang lebih baik lagi. Dengan menginformasikan berbagai program sekolah dengan komite akan muncul sinergi antara sekolah dan orang tua siswa sehingga pelaksanaan kegiatan sekolah menjadi lebih mudah dan optimal dilaksanakan.
SMP Negeri 2 Tenggarang terletak pada lokasi sekolah yang strategis, berada di antara gedung DPRD Kab. Bondowoso dan SMA Negeri 1 Tenggarang. Sekolah berada di pinggir jalan raya, kilometer 3 arah timur kota Bondowoso dan mudah diakses semua kendaraan dari arah kota maupun desa. Letak strategis sekolah sering dimanfaatkan untuk acara pendidikan tingkat kabupaten seperti workshop dan berbagai lomba antar sekolah, sehingga dampak positif bagi sekolah dapat dirasakan.
Peluang lain bahwa SMP Negeri 2 Tenggarang berdiri tahun 2003 tetapi telah menorehkan banyak prestasi nyata di tingkat kabupaten.yakni, Juara 1 lomba bela diri, juara 3 parade hadrah, juara 1 karya tulis ilmiah remaja, juara umum pramuka, lingkungan sekolah sehat ,drama, tari, dan lain – lain diraih sekolah setiap tahun. Sekolah juga mewakili kabupaten dalam beberapa lomba bidang studi ,olimpiade SAINS serta olahraga dan seni ke tingkat propinsi. Antara lain lomba renang, atletik , bela diri dan membaca puisi.
Kelemahan SMP Negeri 2 Tenggarang terletak pada kurang lengkapnya sarana dan prasarana sekolah. Sekolah memiliki laboratorium IPA tetapi alat-alat dan bahan praktikum tidak memadai sehingga penggunaannya untuk praktikum menjadi terbatas. Sekolah telah mempunyai laboratorium komputer terdiri hanya 16 unit komputer namun beberapa unit komputer yang tersedia tidak layak dan belum memenuhi syarat untuk melayani siswa. Sekolah juga belum memiliki laboratorium bahasa, ruang serba guna (aula) dan ruang keterampilan. Tidak adanya sarana ini menyebabkan fungsi dan pelaksanaan kegiatan pendidikan di SMP Negeri 2 Tenggarang sering tidak berjalan dengan maksimal. Sebagai sekolah rintisan SSN, sekolah hanya memiliki 5 komputer di ruang TU, ruang guru, ruang Kurikulum, ruang Perpustakaan dan BK sedangkan ruang lab. IPA, dan ruang kepala sekolah belum ada komputer sebagai prasarana pendidikan mutlak dibutuhkan. Bahkan untuk praktikum siswa, komputer yang ada hanya berjumlah 16 buah yang berarti 1 komputer digunakan 2 siswa. Hal ini tentu saja menghambat proses pembelajaran dan hasilnya tidak maksimal. Sejalan dengan cepatnya arus teknologi, jaringan hot spot sudah tersedia di ruang laboratorium komputer namun belum bisa di akses sampai ke dalam kelas- kelas yang ada, karena dibutuhkan dana yang besar untuk itu. Sehingga pembelajaran berbasis website (Web Teaching Materials) belum dapat dilaksanakan dengan optimal.
Ancaman sekolah umumnya akibat dari globalisasi yang tidak berhasil difilter secara cermat sehingga menghadirkan budaya yang tidak sesuai dengan kebiasaan, adat, dan nilai – nilai budi pekerti luhur. Dampak televisi memperparah keadaan ini dengan mencontohkan perilaku yang tidak sedap dipandang mata berupa pergaulan bebas, pakaian tidak pantas, gemerlap komersialisme, hedonisme dan impian semu yang menghanyutkan. Kebanyakan remaja kita kemudian kehilangan pegangan dalam menjalani hidup dan tidak punya arah yang jelas dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin kompetitif. Untuk itu peran sekolah dan orang tua siswa harus lebih diintensifkan untuk melestarikan budaya lokal yang mendidik, melindungi, membendung budaya asing untuk mengurangi dampak kerusakan moral.
D. TUJUAN PENGEMBANGAN KTSP
Tujuan Pengembangan KTSP yaitu sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan