Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur Tahun 2014

Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur Tahun 2014

Kamis, 13 Desember 2012

Berenang oh Berenang

Berenang itu ketrampilan, bahkan keterampilan yang tidak bisa tergantikan. Kalau keterampilan lain masih bisa dilakukan orang lain untuk menggantikannya. Seperti keterampilan menyetir mobil, kalau kita tidak bisa masih bisa ada pak sopir yang setia mengantar kendaraan kita. Keterampilan menjahit masih ada tukang jahit yang akan menjahitkan baju kita. Tapi kalau berenang, ketika kita harus melewati sungai atau danau atau laut, takkan bisa kita meminta tolong orang lain menggantikan posisi kita.

 Bertempat di kolam pemandian "Kharima" Wonosari, anak-anak kerena Espara melakukan praktik renang. Dibawah bimbingan ibu Idi Yulis Pratiwi dan bapak Imam Badrony, anak-anak Espara yang berjumlah 603 orang melakukan praktik renang sesuai dengang tingkatanya. Kedua guru kita dibantu oleh mantan Boywatch "Tasnan" yaitu bapak Ridlo Kurniawan, dan penjaga setia "sungai Sampeyan" bapak Ahmad Yulianto. Seminggu penuh kolam renang "Kharisma" dipenuhi anak-anak Espara. 

Hari pertama dan kedua anak kelas 9, mereka praktik berenang dari sisi barat ke timur, bergantian. Bagi yang bisa bebas melakukan dengan berbagai macam gaya, bagi yang tidak bisa disediakan pelampung sebagai alat bantu. Dan anak-anak kelas 9 memang keren, terbukti banyak yang megap-megap sebelum mencapai finish, tapi usaha mereka memang patut diacungi jempol. 

Hari ketiga dan keempat giliran anak kelas 8. Mereka harus melakukan "injak-injak air". Dalam waktu tertentu tidak boleh tenggelam, berusaha sekuat tenaga, menggerakkan tangan dan kaki. Dibutuhkan keberanian, kenekatan, dan kepasrahan. Banyak yang sukses mengapung di air, tapi lebih banyak lagi yang begitu lompat langsung tenggelam, he...Walhasil pak Ridlo dan pak Yuli harus berjibaku. Bahkan kedua guru ganteng tersebut sempat ditenggelamkan karena yang ditolong lebih besar. Tapi tidak apa-apa, untuk anak-anak kerena Espara minum air seteguk dua teguk tak apalah. 

Hari kelima dan keenam waktunya anak kelas 7 beraksi. Terlebih dahulu mereka di-breafing oleh ibu Idi dan pak Roni. Lalu duduk melingkarlah mereka di bibir kolam renang. Aksi pertama basah-basahan main air, aksi kedua latihan menahan napas selama mungkin di air. Dan aksi ketiga adalah meluncur. Begitulah anak-anak Espara saat praktik berenang, diwarnai jeritan dan ketakutan. Bagi yang sudah bisa berenang justru senang, bagi yang belum bisa adalah tantangan. Kata orang pinter, kalau kita ingin mengalahkan ketakutan harus melawannya dengan tindakan. Kalau kita takut tenggelam justru harus dilawan dengan melompat dan berusaha sekuat tenaga. Setiap kesuksesan ada harganya, termasuk jika ingin sukses berenang persyaratan ini harus dipenuhi terlebih dahulu, tenggelam.... Dengan belajar bersama, bersama guru pembina, anak-anak Espara pasti bisa berenang semua. Akhirnya vivattttt.... 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan