Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur Tahun 2014

Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur Tahun 2014

Selasa, 03 Desember 2013

Espara English Coffee Break (Indonesian version)

Salah satu program di SMP Negeri 2 Tenggarang adalah Kelas Layanan Khusus. Kelas ini di setiap tengah semester mengadakan Kegiatan Tengah Semester (KTS) sesuai kebutuhan mata pelajaran dan pengayaan. Untuk semester ganjil tahun ini, Kelas 7A akan mengadakan Espara English Coffee Break. Seperti apa E2BC itu? Yuk, kita lihat Buku Kerjanya...




KATA PENGANTAR

Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk menjadi buku panduan  pelaksanaan “Espara  Coffee Break” (E2CB) sebagai  wahana  praktik menggunakan bahasa Inggris secara aktif bagi siswa kelas 7A . Kelas ini adalah kelas layanan khusus  angkatan ke-4  di SMP Negeri 2 Tenggarang. Program ini diadakan sebagai produk jam tambahan yang diadakan oleh panitia program kelas  layanan khusus  bekerjasama dengan lembaga kursus bahasa Inggris (REC) di Bondowoso.
Buku ini berisikan petunjuk pelaksanaan kegiatan Espara Coffee Break (E2CB).
            Ucapan terima kasih penyusun sampaikan pada kepala sekolah yang telah memberi ijin dan dukungan untuk melaksanakan kegiatan ini , seluruh rekan-rekan pengajar REC yang telah membimbing siswa 7A berbicara bahasa Inggris, dan seluruh rekan-rekan panitia program layanan khusus yang telah membantu dalam pelaksanaan kegiatan ini. Penyusun mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sehingga kami dapat memperbaiki penyusunan buku ini.
                                                               

                                                                                                                        Bondowoso,  8 Oktober 2013
                                                                                                                                    Penyusun




i


DAFTAR ISI



KATA  PENGANTAR ..............................................................................       i
DAFTAR ISI  .............................................................................................     iii
BAB I PENDAHULUAN  ........................................................................      1
BAB II KAJIAN PUSTAKA.....................................................................      2
BAB III KEGIATAN ESPARA COFFEE BREAK.................................      3 
DAFTAR PUSTAKA  ...............................................................................      4
LAMPIRAN  ..............................................................................................      5



 
ii

BAB I 1
PENDAHULUAN

            Menghadapi era perdagangan bebas pada tahun 2020, perlu adanya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia tersebut diantaranya membekali kemampuan berbahasa Internasional yang dipergunakan pada era tersebut, yakni berbahasa Inggris.
            Pelajar adalah generasi muda yang dipersiapkan sebagai sumber daya manusia Indonesia pada era perdagangan bebas nanti harus memiliki wawasan pengetahuan dan berbahasa Inggris yang baik dikarenakan bukan hal yang mustahil di era tersebut kehidupan sudah semakin mengglobal dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasinya. Oleh karena itu, para pelajar harus membekali diri agar nanti mereka mampu bersaing di tengah-tengah pergaulan bangsa di dunia.
            Upaya menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas tersebut, SMP Negeri 2 Tenggarang menyiapkan kemampuan siswanya dengan 3 tahap yang dilakukan, yakni:
a.      Tahap Permulaan
Pada tahap ini di sosialisasikannya kepada wali murid tentang program layanan khusus yang menekankan pada 3 aspek, yakni; (1) Lips ; Kemampuan siswa dalam memiliki perbendaharaan kata (Vocabulary) dan meningkatkan percakapan berbahasa Inggris (Conversation), (2) IPTEK; Kemampuan siswa dalam meningkatkan kompetensi Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi; (3) Life skill; kemampuan siswa menerapkan ilmu yang diperoleh untuk di praktikkan di lapangan yang di pandu oleh guru sesuai dengan bidangnya.
b.      Tahap Pengkondisian
Pada tahapan ini sudah mulai diberlakukannya pebelajar untuk menerima wawasan sebagai upaya pencerahan dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Khususnya pada pengkondisian aspek pertama yaitu Lips; diadakan kerjasama pembelajaran dengan LBB REC dengan rangkaian kegiatan (1) setiap hari Sabtu siang dari Pukul 12.00 sampai dengan Pukul 13.30 WIB diadakan bimbingan materi, (2) satu bulan kemudian di pilihnya siswa yang berkemampuan bercakap-cakap untuk menerima tanda (PIN) bagi 5 orang pertama untuk menjadi siswa yang harus berbicara bahasa Inggris di sekolah dengan aturan tertentu dan pemberian reward dan punismennya.
c.       Tahap Penyempurnaan 2
Pada tahap ini diadakan kegiatan Espara English Coffee Break (E2CB) yaitu suatu event kegiatan tengah semester yang diadakan di sebuah cafe dengan menyajikan   beberapa pertunjukan menarik antara lain menyanyi, menyajikan tarian modern , baca puisi serta drama. Semua siswa kelas 7A terlibat dalam  kegiatan itu mulai pra acara sampai akhir acara.
           
Sebagai fokus utama dalam kegiatan tengah semester ganjil program layanan khusus terletak pada aspek pertama yaitu LIPS; kemampuan memiliki perbendaharaan kata (vocabulary) dan bercakap-cakap bahasa Inggris (speaking). Kegiatan LIPS ini selain merupakan pembelajaran regular yang dibina guru bidang study di sekolah juga bekerjasama dengan lembaga kursus bahasa Inggris REC, maka dimunculkan suatu rangkaian kegiatan akhir sebagai produk dari pembelajaran tersebut yakni Espara English Coffee Break (E2CB).

1.        Tujuan               
a.    Umum          : Siswa dapat mengunakan bahasa Inggris secara                                          lisan (Spoken  language) secara aktif dengan lingkungan sekitar.

b.    Khusus         :    Siswa diharapkan dapat menunjukkan performansi sesuai tugas  yang  diberikan yakni                                      sebagai Event Organizer (EO) dari E2CB dan peran  dalam acara tersebut.

2.        Lokasi                             
Cafe Sheisha jalan teuku umar  no.62, Bondowoso, Jawa Timur 68211
0878-5752-7000
atau
Cafe Palm Hotel Jl. A. Yani No. 32, Bondowoso - East Java 68214, Indonesia

3.        Waktu                            
Jumat, 6 Desember 2013 pukul 19.00 – 22.00 WIB
 
4.        Undangan                             3  
Orang tua siswa                      :    33   orang
Pengajar kelas 7A                   :    12   orang
Tim pengajar REC                  :    10   orang
Panitia Espara                         :    10  orang
Pejabat Dinas Pendidikan      :    2     orang
Turis asing                              :    5     orang

5.        Pelaksanaan                   
a.         Kegiatan Espara English Coffee Break (E2CB) adalah suatu event yang diadakan di sebuah cafe dengan menyajikan   beberapa pertunjukan menarik antara lain menyanyi, menyajikan tarian modern , baca puisi serta drama. Semua siswa kelas 7A terlibat dalam kegiatan itu mulai pra acara sampai akhir acara. Bahasa komunikasi yang digunakan adalah bahasa Inggris. Di bawah ini susunan tugas atau peran yang siswa lakukan  dalam pelaksanaan kegiatan.
1.      Master of Ceremony (pembawa acara)
2.      Waiter/waitress (Penyaji makanan dan minuman)
3.      Singer (Penyanyi)
4.      Dancer (Penari)
5.      Poem reader
6.      Perkusi drummer
7.      Actor/actress of  Drama
8.      Journalist (Peliput Acara)
9.      Musician
10.  Security (pengaman)
Semua siswa kelas 7A akan dilibatkan dalam tugas tersebut di atas. Diharapkan semua undangan juga berbahasa Inggris secara aktif .

Susunan acara sebagai berikut :
1.      Opening
2.      Welcome Speech          Showing (by LCD) about student’s activities in studying English  
                                      with REC
3.      Singing a song
4.      Dancing
5.      Quiz (Giving doorprizes) I
6.      Reading Poem
7.      Drama    4
8.      Quiz (Giving doorprizes) II
9.      Closing

Adapun menu yang disajikan adalah sebagai berikut
1.      Jenis minuman (Drinks)
a.         Coffee
b.        Milk
c.         Water (by glass or bottle)
d.        Tea
e.         Coke
2.    Jenis kudapan
a.       Roti maryam
b.      Kebab
c.       Kue yang sejenis

Untuk mempersiapkan siswa melakukan tugasnya,  kami para guru dan tim pengajar REC memberikan materi tentang ungkapan-ungkapan yang relevan dengan peran tersebut berupa pemberian jam tambahan setiap hari Rabu pagi dan sabtu siang setiap minggu.

      Di bawah ini beberapa materi yang diberikan :
1.      Ungkapan perkenalan ( MC, singer)
2.      Ungkapan meminta dan memberi informasi (guest, security, waiter/waitress,journalist)
3.      Ungkapan kesantunan (all roles)
4.      Ungkapan terima kasih (all roles)
5.      Ungkapan meminta maaf (all roles)
6.      Ungkapan meminta klarifikasi
7.      Ungkapan menawarkan sesuatu (waiter/waitress)
8.      Ungkapan yang dipakai seorang pembawa acara
9.      Dsbnya.

6.   Peralatan/perlengkapan  5
Ada 2 jenis yaitu
1.      Pribadi 
berupa kostum sesuai tugas atau peran di E2CB
2.      Umum
Berupa mikrofon, wireless,  nampan, daftar menu, piano/organ atau alat musik yang relevan.
3.      dll.

7. Jadwal Kegiatan

No
Waktu
Acara
Keterangan
1
18.30-18.45
Opening

2
18.45-19.00
Welcome Speecs

3
19 00-19.30
Singing a Song

4
19.30-20.00
Dancing

5
20.00-20.15
Quiz

6
20.15-20.30
Reading Poem/Story Telling

7
20.30-21.45
Drama

8
21.45-22.00
Quiz

9
22.00-22.30
Penutup


8. Tindak Lanjut
            Setelah melakukan Espara Coffe Break, Efen Organisir (EO) memiliki portofolio dan dokumentasi kegiatan yang dilaksanakan sebagai wujud terlaksananya kegiatan ini.

 

BAB II  6
KAJIAN PUSTAKA


Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pebelajar dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis (Depdikbud, 1995). Kompetensi pebelajar bahasa diarahkan ke dalam empat sub aspek, yaitu membaca, berbicara, menyimak, dan mendengarkan. Penguasaan reseptif adalah kemampuan mendengarkan dan membaca. Kemampuan disebut juga  kemampuan bersifat pasif . Penguasaan produktif  adalah kemampuan berbicara dan menulis kemampuan ini disebut juga kemampuan aktif.
Penguasaan Reseptif sebagai kemampuan yang bersifat pasif  yang mencakup mendengarkan dan membaca, dapat dipertegas sebagai berikut:

  1. Membaca
Membaca. Kultur membaca di indonesia "katanya" masih tidak se-intens kultur membaca di negara maju. Indonesia yang dulunya adalah mantan bangsa yang pernah dijajah dalam jangka waktu yang lama menjadi sebuah negara dengan bangunan kultur dari sistem feodalisme yang sampai saat ini masih tidak bisa dihilangkan. Masyarakat Indonesia yang ramah dikenal dunia sebagai sebuah kekhasan tersendiri bagi Indonesia. Tapi pernahkah tersirat, apakah yang menyebabkan ciri tersebut muncul? Keramahan yang kadang bisa berlebihan bagi seorang asing.
Saya pernah mendengar cerita dari salah satu dosen saya ketika beliau berada di luar negeri. SIkap masyarakat sana jauh berbeda dari masyarakat indonesia, terutama dari segi keramahan. Orang asing lebih cuek dan cenderung individualis karena orientasi mereka adalah pada apa yang mereka tekuni. Selama orang lain tidak memiliki pengaruh besar baginya, maka ia akan menjalankan kehidupan kesehariannya seorang diri atau hanya ditemani oleh beberapa orang terdekat saja. Berbeda halnya dengan orang Indonesia yang terkenal ramah, kita selalu menjunjung tinggi kesopanan dan kesantunan dalam bermasyarakat. Apakah yang menyebabkan hal itu? Sejarah adalah satu jawabannya. Kultur feodalisme yang menciptakan kultur tunduk bagi masyarakat pribumi terhadap orang yang lebih tinggi posisi, jabatan,dan
7 usianya yang kemudian menyebabkan lahirnya sikap takut akan perlawanan. Artinya kondisi khas Indonesia yang ramah sangat erat kaitannya dengan sejarah penjajahan bangsa ini.Hal itu kadang menciptakan kondisi sosial yang takut akan perlawanan, takut akan pemberontakan, kultur following, bahkan ketidakpercayaandiri.
Kultur membaca masih dianggap sebuah hal yang super bagi sebagian kalangan. Karena kultur ini tidak dibangun sejak dini. Sehingga menciptakan pribadi yang "biasa saja" dan golongan ini paling banyak ditemui di sekitar kita. Membaca adalah jendela dunia sudah dicamkan hanya sebagai rangkaian kata pemanis yang untuk direalisasikan sangat susah. Faktor ini bisa disebabkan beberapa hal, ketersediaan bahan bacaan, koneksitas terhadap bacaan , kultur baca, dan persepsi masyarakat terhadap peminat baca.
Saya adalah salah satu orang yang kurang beruntung. karena pada saat sekolah referensi bacaan yang dapat saya peroleh di daerah saya sangat terbatas bahkan bisa dibilang nyaris tidak ada. Hari-hari saya hanya disodori oleh materi ajar dalam buku-buku ajar sekolah. Hal ini tentu hanya akan mengembangkan pola pikir seseorang hanya dalam orientasi akademis yang begitu kaku. Seharusnya ada penyeimbang yang mampu menyelaraskan informasi akademis dan pengembangan pola pikir seseorang terhadap ketidakterbatasannya dunia. Hal ini tentu bisa dicapai dengan bahan bacaan yang lebih kompleks bidang pembicaraannya dan tidak hanya terpaku pada hal-hal akademis yang terkesan kaku dan monoton. Mungkin ini hanya sekedar curahan hati atas ketidakteraplikasikannya minat baca dikarenakan kurangnya peranan pemerintah daerah, terutama di daerah saya. Mungkin bisa menjadi sebuah rekomendasi kedepan bahwa banyak anak di daerah yang jauh lebih bisa maju dibandingkan dengan anak-anak di perkotaan tapi terkendala oleh fasilitas.
menyimak-tidak-sama-dengan-mendengarFenomena berikutnya saya temui di lingkungan kampus. Bagaimana minat baca mahasiswa di sekitar saya yang bisa dibilang masih kurang padahal fasilitas "cukup" memadai. Saya bilang cukup karena membandingkan dengan apa yang saya alami (curcol). Bagi sebagian kolega saya di kampus menganggap perpustakaan masih kurang menarik, bahan bacaannya tidak ada yang menarik, katanya, padahal mereka saja tidak pernah masuk kedalam ruang perpustakaan. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Fakta kemudian berubah seiring berjalannya waktu. Mahasiswa tingkat akhir akan sering terlihat keluar
 8 masuk ruang perpustakaan. Bahkan ada yang baru membuat kartu perpustakaannya sejak menginjak semester akhir. Minat baca disini "terpaksa" dilakukan atas tuntutan tugas akhir kuliah. Haruskah fenomena ini juga terjadi? Apa yang salah dari membaca? Mengapa tidak dari awal kuliah membaca menjadi rutinitas yang seharusnya dilakukan oleh mahasiswa bukan hanya tuntutan terhadap tugas kuliah tetapi juga tuntutan terhadap kondisi global. Persaingan semakin ketat, sementara "orang luar biasa" semakin banyak tapi "orang sedang-sedang saja" juga semakin banyak. Pandangan saya tertuju pada fakta peranan pihak kampus untuk memberikan dorongan terhadap minat baca mahasiswa. Penjelasan atas fakta dan kondisi persaingan global yang hanya bisa diraih dengan keluasan pengetahuan, sementara keluasan pengetahuan diperoleh dengan membaca masih sangat kurang. Mungkin hal ini tidak berhubungan secara langsung dengan materi perkuliahan. tetapi setidaknya ada inisiatif dari pihak ini untuk meningkatkan tekanan baca bagi mahasiswa, baik dengan memberikan referensi bacaan, tugas bacaan, dan segala hal yang berhubungan dengan aktivitas membaca kepada mahasiswa. Bagi sebagian rekan saya di jurusan lain terkadang membaca sudah menjadi makanan sehari-hari. Tapi ada beberapa jurusan yang mungkin masih belum memberikan tekanan baca bagi mahasiswanya. Sangat subjektif sebenarnya, tapi itulah yang saya rasakan. :)

  1. Mendengarkan
 Mendengar. Kita diberikan anugerah oleh tuhan yang maha kuasa telinga untuk mendengar. Tapi apakah telah berfungsi dengan baik? Fenomena yang saya temui ketika duduk di bangku perkuliahan. Ketika seorang dosen menanyakan kepada mahasiswanya, "ada yang ingin ditanyakan?" sangat jarang ada yang mau bertanya. tapi ketika diberikan sebuah latihan, tugas, kerja kelompok atau ujian. Seribu pertanyaan muncul di benak tentang materi kuliah yang pada saat belajar dianggap mengerti oleh dosen karena tidak ada pertanyaan yang muncul di akhir perkuliahan.Kondisi sosial ini sangat berpengaruh dengan aktivitas mendengar. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi disini. Mahasiswa yang tidak mendengarkan dosen atau mahasiswa yang tidak memahami ujaran dosennya. Semua kembali pada aktivitas mendengar sebagai sumber ketidakseimbangan ini.
9Penguasaan produktif  sebagai kemampuan yang bersifat aktif mencakup kemampuan menulis dan berbicara, dapat dipertegas sebagai berikut:

  1. Menulis

Menulis. Kegiatan mengolah kata dengan suatu media merupakan salah satu hal yang membosankan bagi sebagian orang. Hal ini entah disebabkan kemalasan atau ketidaktahuan atas apa yang harus ditulis. kembali pengetahuan umum bersinggungan disini. Artinya ada salingketerkaitan satu sama lain antara mendengar, membaca, berbicara, dan menulis sebagai sebuah ide pokok untuk sebuah pencerahan pikiran.
Fenomena yang sering ditemukan adalah ketika menulis menjadi sebuah sisi di tingkatan akademis yang masih dianaktirikan. Kegiatan ini kurang begitu diangkat ke permukaan. Sering diajarkan teori penulisan di tingkatan akademis, tapi hanya bersifat teori, pada prakteknya masih minim. Suatu kecenderungan sosial akademis yang klise sebenarnya. Kita disuapi teori-teori tapi sedikit praktik. Hal ini berdampak pada ketidakseimbangan antara teori dan pengalaman. Seseorang yang secara teori baik belum tentu secara pengalaman atau praktik akan lebih baik. Proses adalah jawabannya, dimana harus ada keseimbangan antara teori penulisan dengan praktik penulisan. Dukungan berbagai pihak tentu sangat diperlukan disini. Kita tidakakan mungkin bisa berdiri sendiri.
  1. Berbicara  Tekanan-Intonasi-Jeda dalam Bahasa IndonesiaPronunciation=PelafalanAku cinta bahasa Indonesia
Berbicara. tindak tutur adalah rutinitas sehari-hari. Kehidupan kita diwarnai dengan komunikasi. Fenomena berikutnya adalah aktivitas berbicara dengan menggunakan bahasa baku yang sangat jarang ditemui. Kesalahan, ketidaklaziman, dan kejanggalan terhadap penggunaan bahasa sering ditemui dalam tindak tutur. Fenomena seperti seseorang yang ingin menyampaikan idenya tetapi dengan bahasa yang berbelit dan panjang atau sebaliknya seseorang yang hanya
10 berbicara singkat tetapi bermakna sangat luas, artinya kurang ada penjelasan yang mendukung inti pembicaraannya

Kesemua pemaparan diatas terhubung pada satu kesimpulan ketika mendengar, membaca, berbicara, dan menulis menjadi sekelompok hal yang berhubungan satu sama lainnya. tindak mendengar akan berpengaruh pada pemahaman, tindak pemahaman berpengaruh pada tindak membaca, tindak membaca akan berpengaruh pada tindak berbicara, dan tindak berbicara serta membaca akan mampu menghasilkan tindak menulis. Kondisi sosial yang menganggap keempat hal ini sebagai sebuah hal yang terlalu kaku dan serius harus segera dipatahkan. Dunia global dengan berbagai media masuk ke wilayah jati diri kita dan mampu mengubah pola pikir kita tanpa disadari. Hal ini perlu diberantas dengan cara menciptakan individu kritis yang mampu memahami kondisi sosial sehingga nanti akan berujung pada lahirnya individu-individu berkualitas yang mampu bersaing. Indonesia dengan jumlah rakyat lebih dari 240 Juta jiwa tentu sangat harus mengembangkan potensi ini karena ketertinggalan akan selalu menghantui kita kedepan jika hal ini tidak diatasi.
 

BAB III  11
KEGIATAN ESPARA ENGLISH COFFEE BREAK

            Belajar Aktif berlaku bagi siapa saja, baik yang berpengalaman atau pemula, yang memperoleh informasi-informasi, konsep-konsep, dan ketrampilan tekhnis dan non tekhnis. Belajar aktif  meliputi berbagai cara untuk membuat peserta didik aktif sejak awal melalui aktivitas-aktivitas yang membangun kerja kelompok, merangsang diskusi dan debat dan mempraktikkan ketrampilan-ketrampilan lainnya.
            Tiga pernyataan sederhana Confucius tentang bobot penting belajar aktif, sebagai berikut:
  1. Apa yang saya dengar , saya lupa
  2. Apa yang saya lihat, saya ingat
  3. Apa yang saya lakukan, saya paham
Terdapat beberapa alasan yang kebanyakan orang cenderung melupakan apa yang mereka dengar. Salah satu alasan terdapat perbedaan kecepatan antara kemampuan siswa mendengar dan tingkat kecepatan pembicaraan pengajar. Oleh karenanya Kegiatan Espara English Coffee Break (E2CB) akan menjembatani kegiatan pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif.
Selama Mengikuti kegiatan Espara Coffee Break (EBC) ini para siswa diharapkan dapat menunjukkan performansi sesuai tugas  yang  diberikan yakni sebagai Event Organizer (EO) dari Espara English Coffee Break dan peran  yang siswa lakukan  dalam pelaksanaan kegiatan, sebagai berikut:
1.      Master of Ceremony (pembawa acara)
2.      Waiter/waitress (Penyaji makanan dan minuman)
3.      Singer (Penyanyi)
4.      Dancer (Penari)
5.      Poem reader
6.      Perkusi drummer
7.      Actor/actress of  Drama
8.      Journalist (Peliput Acara)
9.      Musician
10.  Security (pengaman)
Setelah pelaksanaan Espara English Coffee Break (E2CB) para siswa diharapkan  dapat membuat portofolio dan dokumentasi sebagai bahan evaluasi ujian praktik tengah semester, yang merupakan hasil kolaborasi mata pelajaran, Bahasa     Inggris, Bahasa Indonesia, dan IPS. Tugas masing-masing mata pelajaran      tersebut adalah sebagai berikut:
12
1.    Bahasa Inggris
a.     Uraian Tugas
Secara acak siswa diberi kesempatan untuk memainkan masing-masing
peran yang terdapat di Espara English Coffee Break (EBC) dan diberi kesempatan untuk menampilkan peran, kemudian dipilih yang terbaik untuk peran
yang sesuai karakter siswa
b.     Tekhnis Pelaksana
Diatur oleh Guru mata pelajaran dan Bekerjasama dengan Tim REC
2.    Bahasa Indonesia
a.    Uraian Tugas
Membuat tugas mendokumentasikan secara portofolio masing-masing
peran yang dibimbing guru mata pelajaran
b.    Teknis Pengumpulan Tugas
Tugas dikumpulkan paling lambat 1 Minggu setelah pelaksanaan
3.    IPS
a.    Uraian Tugas
Mempraktikkan dan menemutunjukkan  bentuk-bentuk Interaksi sosial
sesuai dengan peran yang dimainkan.
b.    Teknis Pelaksanaan
Guru mata pelajaran menginformasikan dan memberi arahan tentang
peran yang di praktikkan siswa sehingga ada pemahaman tentang wujud pelaksanaan IPS di dalam peran tersebut.
 

13
DAFTAR PUSTAKA
 

Silberman Mel.2002, Active Learning, Yokyakarta; Yappendis
Anonim, Okt.2011. Mendengar Membaca Berbicara dan Menulis http://anojumisa.blogspot.com/2011/10/mendengar-membaca-berbicara-dan-menulis.html
Suyatmo Hari, 2012. Buku Kerja Karya Wisata Di Solo-Yogyakarta, SMP Negeri 2 Tenggarang Bondowoso
Heriyadi Slamet, 2012. Buku Kerja Ke Tanjung Papuma, SMP Negeri 2 Tenggarang Bondowoso



14
Daftar Nama Peserta Karya Wisata Ilmiah
Penanggung Jawab     : Drs. Muchsin,M.Pd
Ketua Pelaksana          : Slamet Heriyadi,S.Pd.MM.Pd
Bendahara                   : Erlin Mawarni,S.Pd
Koord Pelaksana         : Yeny Ritawati,S.Pd
Anggota                      : Kurniawati,M.Pd
                                    : Noerma Triarida,S.Pd
                                    : Bahrul Rasyid S.Kom
                                    : Selfriyanti Q,S.Psi
                                    : Novi Kurnia Wahidah
                                    : Gusti Azhar
                                    : Bambang Wah
                                    : Akhmad Yulianto
                                    : Tim REC
                                    : Intan ( Dinas Pariwisata)
                                    :Tim GMTV

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan